Tampilkan postingan dengan label Tokoh Wanita Perjanjian Lama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Wanita Perjanjian Lama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Juli 2012

Rahab Penyelamat Mata-mata Israel


1. Identitas Rahab

Rahab, artinya "lebar" atau "besar”.  Rahab adalah seorang perempuan yang tinggal di kota Yerikho dan membantu menyembunyikan mata-mata Israel, sehingga ia dan keluarganya tidak ikut terbunuh, saat kota Yerikho direbut oleh bangsa Israel di bawah pimpinan Yosua (Yosua 2 dan Yosua 6). Hampir semua terjemahan Alkitab menuliskan Rahab sebagai "perempuan sundal" atau "pelacur" (Yosua 2:1,Yakobus 2:25; Ibrani 11:31).

2. Rahab Menyelamatkan Mata-mata Israel

Rahab menyelamatkan mata-mata Israel
Rahab menyelamatkan mata-mata Israel

Kisah Rahab menyelamatkan mata-mata Israel dapat dibaca dari Kitab Yosua 2: 1-24, demikian kutipannya: 

Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, katanya: ''Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota Yerikho.'' Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ.  

Kemudian diberitahukanlah kepada raja Yerikho, demikian: ''Tadi malam ada orang datang ke mari dari orang Israel untuk menyelidik negeri ini.'' Maka raja Yerikho menyuruh orang kepada Rahab, mengatakan: ''Bawalah ke luar orang-orang yang datang kepadamu itu, yang telah masuk ke dalam rumahmu, sebab mereka datang untuk menyelidik seluruh negeri ini.'' 

Tetapi perempuan itu telah membawa dan menyembunyikan kedua orang itu. Berkatalah ia: ''Memang, orang-orang itu telah datang kepadaku, tetapi aku tidak tahu dari mana mereka,   dan ketika pintu gerbang hendak ditutup menjelang malam, maka keluarlah orang-orang itu; aku tidak tahu, ke mana orang-orang itu pergi. Segeralah kejar mereka, tentulah kamu dapat menyusul mereka.''   

Tetapi perempuan itu telah menyuruh keduanya naik ke sotoh rumah dan menyembunyikan mereka di bawah timbunan batang rami, yang ditebarkan di atas sotoh itu.  Maka pergilah orang-orang itu, mengejar mereka ke arah sungai Yordan, ke tempat-tempat penyeberangan, dan ditutuplah pintu gerbang, segera sesudah pengejar-pengejar itu keluar.   

Tetapi sebelum kedua orang itu tidur, naiklah perempuan itu mendapatkan mereka di atas sotoh  dan berkata kepada orang-orang itu: ''Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu. 

Sebab kami mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas. Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah.  

Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya,  bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut.'' 

Lalu jawab kedua orang itu kepadanya: ''Nyawa kamilah jaminan bagi kamu, asal jangan kaukabarkan perkara kami ini; apabila TUHAN nanti memberikan negeri ini kepada kami, maka kami akan menunjukkan terima kasih dan setia kami kepadamu.'' 

Kemudian perempuan itu menurunkan mereka dengan tali melalui jendela, sebab rumahnya itu letaknya pada tembok kota, jadi pada tembok itulah ia diam. Berkatalah ia kepada mereka: ''Pergilah ke pegunungan, supaya pengejar-pengejar itu jangan menemui kamu, dan bersembunyilah di sana tiga hari lamanya, sampai pengejar-pengejar itu pulang; kemudian bolehlah kamu melanjutkan perjalananmu.''   

Kedua orang itu berkata kepadanya: ''Kami akan bebas dari sumpah kami ini kepadamu, yang telah kausuruh kami ikrarkan -- sesungguhnya, apabila kami memasuki negeri ini, haruslah tali dari benang kirmizi ini kauikatkan pada jendela tempat engkau menurunkan kami, dan ayahmu serta ibumu, saudara-saudaramu serta seluruh kaum keluargamu kaukumpulkan di rumahmu.   

Setiap orang yang keluar nanti dari pintu rumahmu, harus sendiri menanggung akibatnya, kalau darahnya tertumpah, dan kami tidak bersalah; tetapi siapa pun juga yang ada di dalam rumahmu, jika ada orang yang menciderainya, kamilah yang menanggung akibat pertumpahan darahnya.   

Tetapi jika engkau mengabarkan perkara kami ini, maka bebaslah kami dari sumpah kepadamu itu, yang telah kausuruh kami ikrarkan.''  

Perempuan itu pun berkata: ''Seperti yang telah kamu katakan, demikianlah akan terjadi.'' Sesudah itu dilepasnyalah orang-orang itu pergi, maka berangkatlah mereka. Kemudian perempuan itu mengikatkan tali kirmizi itu pada jendela.

Mereka pun pergilah dan tiba di pegunungan. Mereka tinggal di sana tiga hari lamanya, sampai pengejar-pengejar itu pulang. Pengejar-pengejar itu telah mencari di mana-mana sepanjang jalan tanpa menemukan mereka.   

Maka pulanglah kedua orang itu, mereka turun dari pegunungan, lalu menyeberang dan sampai kepada Yosua bin Nun, kemudian mereka ceritakan segala pengalaman mereka.
Kata mereka kepada Yosua: ''TUHAN telah menyerahkan seluruh negeri ini ke dalam tangan kita, bahkan seluruh penduduk negeri itu gemetar menghadapi kita.''

3. Rahab dan Keluarganya Diselamatkan

Kisah jatuhnya kota Yerikho dan penyelamatan Rahab beserta keluarganya dapat dibaca dari Kitab Yosua 6: 20-25, demikian kutipannya:  

Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk. Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: ''Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa.   

Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala.

Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan.''

Kemudian Yosua bin Nun memanggil para imam dan berkata kepada mereka: ''Angkatlah tabut perjanjian itu dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut TUHAN.'' 

Dan kepada bangsa itu dikatakannya: ''Majulah, kelilingilah kota itu, dan orang-orang bersenjata harus berjalan di depan tabut TUHAN.'' Segera sesudah Yosua berkata kepada bangsa itu, maka berjalanlah maju ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di hadapan TUHAN, lalu mereka meniup sangkakala, sedang tabut perjanjian TUHAN mengikut mereka. Dan orang-orang bersenjata berjalan di depan para imam yang meniup sangkakala dan barisan penutup mengikut tabut itu, sedang sangkakala terus-menerus ditiup. 

Tetapi Yosua telah memerintahkan kepada bangsa itu, demikian: ''Janganlah bersorak dan janganlah perdengarkan suaramu, sepatah kata pun janganlah keluar dari mulutmu sampai pada hari aku mengatakan kepadamu: Bersoraklah! -- maka kamu harus bersorak.''   

Demikianlah tabut TUHAN mengelilingi kota itu, mengedarinya sekali saja. Kemudian kembalilah mereka ke tempat perkemahan dan bermalam di tempat perkemahan itu.

Keesokan harinya Yosua bangun pagi-pagi, lalu para imam mengangkat tabut TUHAN. Maka berjalanlah juga ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di depan tabut TUHAN, sambil berjalan mereka meniup sangkakala, sedang orang-orang bersenjata berjalan di depan mereka dan barisan penutup mengikut tabut TUHAN, sementara sangkakala terus-menerus ditiup.  

Demikianlah pada hari kedua mereka mengelilingi kota itu sekali saja, lalu pulang ke tempat perkemahan. Dan begitulah dilakukan mereka enam hari lamanya.   

Tetapi pada hari yang ketujuh mereka bangun pagi-pagi, ketika fajar menyingsing, dan mengelilingi kota tujuh kali dengan cara yang sama; hanya pada hari itu mereka mengelilingi kota itu tujuh kali. 

Lalu pada ketujuh kalinya, ketika para imam meniup sangkakala, berkatalah Yosua kepada bangsa itu: ''Bersoraklah, sebab TUHAN telah menyerahkan kota ini kepadamu! Dan kota itu dengan segala isinya akan dikhususkan bagi TUHAN untuk dimusnahkan; hanya Rahab, perempuan sundal itu, akan tetap hidup, ia dengan semua orang yang bersama-sama dengan dia dalam rumah itu, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang kita suruh.   

Tetapi kamu ini, jagalah dirimu terhadap barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan, supaya jangan kamu mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu setelah mengkhususkannya dan dengan demikian membawa kemusnahan atas perkemahan orang Israel dan mencelakakannya.   

Segala emas dan perak serta barang-barang tembaga dan besi adalah kudus bagi TUHAN; semuanya itu akan dimasukkan ke dalam perbendaharaan TUHAN.'' 

Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu. Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba dan keledai.

Tetapi kepada kedua orang pengintai negeri itu Yosua berkata: ''Masuklah ke dalam rumah perempuan sundal itu dan bawalah ke luar perempuan itu dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, seperti yang telah kamu janjikan dengan bersumpah kepadanya.'' Lalu masuklah kedua pengintai muda itu dan membawa ke luar Rahab dan ayahnya, ibunya, saudara-saudaranya dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, bahkan seluruh kaumnya dibawa mereka ke luar, lalu mereka menunjukkan kepadanya tempat tinggal di luar perkemahan orang Israel.   

Tetapi kota itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api; hanya emas dan perak, barang-barang tembaga dan besi ditaruh mereka di dalam perbendaharaan rumah TUHAN. 

Demikianlah Rahab, perempuan sundal itu dan keluarganya serta semua orang yang bersama-sama dengan dia dibiarkan hidup oleh Yosua. Maka diamlah perempuan itu di tengah-tengah orang Israel sampai sekarang, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang disuruh Yosua mengintai Yerikho.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Rahab
http://alkitab.or.id/cgi-bin/alkitab.cgi

Baca juga:

Selasa, 10 Juli 2012

Kisah Naomi


1. Asal Usul Naomi

Naomi dan Rut
Naomi dan Rut

Naomi artinya menyenangkan. Naomi adalah orang Efrata dari suku Yehuda, yang berasal dari Bethlehem, tanah Yehuda, yang merantau ke tanah Moab saat kelaparan hebat melanda Israel. Ia adalah salah satu tokoh utama yang diceritakan dalam Kitab Rut. 

2. Merantau ke Tanah Moab

Ia berangkat ke Moab bersama suaminya, Elimelekh, dan dua orang anaknya, Mahlon dan Kilyon. Di Moab, Naomi kembali mendapat musibah yaitu meninggalnya suami dan anak-anaknya. 

Ia kemudian bermaksud untuk kembali ke tanah Yehuda karena tidak ada lagi bencana kelaparan di sana. Naomi, melarang kedua menantunya yakni Rut dan Orpa yang ingin ikut bersamanya pulang ke tanah Yehuda. Alasannya, dia sudah tidak memiliki anak laki-laki lagi yang bisa menjadi suami bagi mereka. 

Akan tetapi, Naomi hanya berhasil meyakinkan Orpa untuk kembali ke Moab sedangkan Rut bersikeras mengikuti mertuanya itu. Naomi bahkan sampai membujuk Rut hingga tiga kali namun Rut semakin tidak ingin meninggalkan Naomi. 

3. Kembali ke Bethlehem

Bersama Rut, Naomi pun kembali ke Bethlehem. Kedatangannya membawa kegemparan bagi perempuan-perempuan di Bethlehem karena Naomi pulang dengan keadaaan susah. Naomi merasa kemalangan yang dirasakannya berasal dari Tuhan.
 
Naomi kemudian berinisiatif mencarikan pasangan hidup bagi Rut. Secara sengaja ia mengatur agar Rut dapat bertemu dengan Boas dalam sebuah pertemuan khusus. Pada akhir Kitab Rut, Naomi digambarkan telah dipulihkan kembali kekecewaannya dengan kelahirannya Obed.


Sumber:
Gambar dari Google Images
http://id.wikipedia.org/wiki/Naomi

Senin, 09 Juli 2012

Hana Ibu Samuel

Samuel diserahkan Hana untuk melayani Tuhan melalui Imam Eli
Samuel diserahkan Hana untuk melayani Tuhan melalui Imam Eli

1. Identitas Hana


Hana atau Chana atau Ḥannah  artinya "elok" atau "menyenangkan". Hannah adalah istri dari Elkana dan ibu dari Samuel sesuai catatan Kitab 1 Samuel 1 : 1- 28 dalam Perjanjian Lama Alkitab Kristen. Ia tinggal bersama suami dan keluarganya di Ramataim-Zofim sering disingkat Rama, pegunungan Efraim. Suaminya, Elkana, adalah dari suku Lewi yang tinggal di tanah milik suku Efraim. Tidak dicatat suku asal Hana, maupun keluarga orangtuanya.

2. Penina menyakiti Hana

Selain Hana, Elkana mempunyai isteri lain, Penina. Hana tidak mempunyai anak. Rupanya dengan alasan ini, Elkana menikah kembali. Penina melahirkan sejumlah putra dan putri untuk Elkana. Elkana mengasihi Hana, tetapi tidak dapat memberi bagian lebih dari korban persembahan, karena Hana mandul. 

Tampaknya Penina tahu Elkana lebih mengasihi Hana, sehingga Penina selalu berusaha membuat Hana gusar serta menyakiti hatinya, khususnya saat mereka melakukan ziarah tahunan ke bait suci TUHAN di kota Silo. Setiap kali disakiti Hana menangis dan tidak mau makan. 

Elkana hanya bisa menghibur dengan mengatakan: "Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?"

Suatu saat, karena tidak tahan lagi, dan setelah mereka memakan hidangan dalam ibadah, Hana berdiri di depan bait suci TUHAN, dengan hati pedih berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu. 

Saat itulah Hana bernazar, "TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya." 

Biasanya orang dapat bernazar untuk menjadi "nazir TUHAN" selama jangka waktu tertentu. Namun, Hana bernazar bahwa anaknya akan menjadi nazir TUHAN seumur hidupnya.

Imam Eli, yang bertugas memimpin ibadah di bait suci, waktu itu duduk di kursi dekat tiang pintu bait suci. Ketika Hana terus-menerus berdoa di hadapan TUHAN, maka Eli mengamat-amati mulut perempuan itu; karena Hana berkata-kata dalam hatinya dan hanya bibirnya saja bergerak-gerak, tetapi suaranya tidak kedengaran, maka Eli menyangka perempuan itu mabuk. 

Ini dugaan yang masuk akal, karena selama makan minum dalam ibadah biasa disajikan anggur, meskipun dalam jumlah sedikit. 

Eli menegur dan menasehati Hana supaya melepaskan diri dari mabuk-mabukan. Tetapi Hana menjelaskan: "Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN."

Eli menerima penjelasan ini dan memberkatinya: "Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya." Hana menjadi lega dan mukanya tidak muram lagi.

3. Hana Melahirkan Samuel

Segera setelah peristiwa itu, Hana hamil dan melahirkan Samuel, untuk Elkana. Menurut Hana, nama Samuel diartikan "Diminta dari TUHAN". Ketika tiba waktunya Elkana pergi ke Silo untuk ziarah tahunan, Hana meminta agar dia dan Samuel dibolehkan tidak pergi sampai anak itu cerai susu atau disapih. 

Setelah perempuan itu menyapih anaknya, dibawanyalah dia, dengan seekor lembu jantan yang berumur 3 tahun, satu efa tepung dan sebuyung anggur, lalu diantarkannya ke dalam rumah TUHAN di Silo. Waktu itu masih kecil betul kanak-kanak itu. Setelah mereka menyembelih lembu, mereka mengantarkan kanak-kanak itu kepada Eli dan sejak itu Samuel tinggal dan melayani di bait suci TUHAN.

4. Puji-pujian Hana

Segera setelah menyerahkan Samuel, Hana berdoa dan memberi pujian kepada TUHAN (1 Samuel 2 : 1- 10): 

Lalu berdoalah Hana, katanya: "Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu. Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita.

Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji. Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan.

Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu.

TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana. TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga. Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan.

Langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya dilindungi-Nya, tetapi orang-orang fasik akan mati binasa dalam kegelapan, sebab bukan oleh karena kekuatannya sendiri seseorang berkuasa. Orang yang berbantah dengan TUHAN akan dihancurkan; atas mereka Ia mengguntur di langit. TUHAN mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya; Ia memberi kekuatan kepada raja yang diangkat-Nya dan meninggikan tanduk kekuatan orang yang diurapi-Nya."

5. Anak-anak Hana yang lain

Berdasarkan 1 Samuel 2 : 19 – 21, Setiap tahun Hana membuatkan Samuel jubah kecil dan membawa jubah itu kepadanya, apabila ia bersama-sama Elkana pergi mempersembahkan korban sembelihan tahunan. 

Lalu Eli memberkati Elkana dan isterinya, katanya: "TUHAN kiranya memberikan keturunan kepadamu dari perempuan ini pengganti yang telah diserahkannya kepada TUHAN." Sesudah itu pulanglah mereka ke tempat kediamannya ke Rama. 

Dan TUHAN mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan 3 anak laki-laki dan 2 anak perempuan lagi.

Sumber:
gambar dari google images
http://id.wikipedia.org/wiki/HanaibuSamuel

Sabtu, 07 Juli 2012

Yael Pembunuh Panglima Perang


1. Identitas Yael

Yael sedang membunuh Panglima Perang Sisera
Yael sedang membunuh Panglima Perang Sisera

Yael adalah salah satu tokoh dalam Alkitab. Ia adalah istri Heber, orang Keni. Ia mengundang Sisera, sang panglima pasukan Raja Yabin, orang Kanaan di Hazor untuk mampir ke dalam kemahnya. 

Saat itu Sisera sedang dalam perjalanan untuk melarikan diri. Sementara itu, seluruh pasukan yang dipimpinnya sudah tewas dan tidak ada satu orang pun yang masih hidup. Perang antara Israel dan Kanaan itu dipimpin oleh Barak dari pihak Israel yang adalah anak laki-laki Abinoam yang berasal dari suku Naftali. 

Yael membunuh Sisera ketika dia sedang tertidur. Yael membunuhnya dengan cara mengambil patok kemah beserta palu, mendekati Sisera perlahan-lahan dan menghujamkan patok itu ke pelipis Sisera hingga tembus ke tanah. Perbuatan Yael tersebut dianggap sebagai perbuatan yang berani dan telah melindungi bangsa Israel dari bangsa Kanaan. 

Hal ini kemudian menjadi kenangan yang dipujikan dalam nyanyian Deborah, seorang nabiah yang memberikan dukungan penuh terhadap kemenangan bangsa Israel.

2. Kepahlawanan Yael

Kisah Yael dapat dibaca dari Kitab Hakim-hakim 4 : 11 – 23, demikian kutipannya: 

Adapun Heber, orang Keni itu, telah memisahkan diri dari suku Keni, dari anak-anak Hobab ipar Musa, dan telah berpindah-pindah memasang kemahnya sampai ke pohon tarbantin di Zaanaim yang dekat Kedesh.  

Setelah dikabarkan kepada Sisera, bahwa Barak bin Abinoam telah maju ke gunung Tabor, dikerahkannyalah segala keretanya, sembilan ratus kereta besi, dan seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia, dari Haroset-Hagoyim ke sungai Kison.   

Lalu berkatalah Debora kepada Barak: ‘’Bersiaplah, sebab inilah harinya TUHAN menyerahkan Sisera ke dalam tanganmu. Bukankah TUHAN telah maju di depan engkau?’’

Lalu turunlah Barak dari gunung Tabor dan sepuluh ribu orang mengikuti dia, dan TUHAN mengacaukan Sisera serta segala keretanya dan seluruh tentaranya oleh mata pedang di depan Barak, sehingga Sisera turun dari keretanya dan melarikan diri dengan berjalan kaki.   

Lalu Barak mengejar kereta-kereta dan tentara itu sampai ke Haroset-Hagoyim, dan seluruh tentara Sisera tewas oleh mata pedang; tidak ada seorang pun yang tinggal hidup. 

Tetapi Sisera dengan berjalan kaki melarikan diri ke kemah Yael, isteri Heber, orang Keni itu, sebab ada perhubungan baik antara Yabin, raja Hazor, dengan keluarga Heber, orang Keni itu.   

Yael itu pun keluar mendapatkan Sisera, dan berkata kepadanya: ‘’Singgahlah, tuanku, silakan masuk. Jangan takut.’’ Lalu singgahlah ia ke dalam kemah perempuan itu dan perempuan itu menutupi dia dengan selimut.   

Kemudian berkatalah ia kepada perempuan itu: ‘’Berilah kiranya aku minum air sedikit, aku haus.’’ Lalu perempuan itu membuka kirbat susu, diberinyalah dia minum dan diselimutinya pula. Lagi katanya kepada perempuan itu: ‘’Berdirilah di depan pintu kemah dan apabila ada orang datang dan bertanya kepadamu: Ada orang di sini?, maka jawablah: Tidak ada.’’   

Tetapi Yael, isteri Heber, mengambil patok kemah, diambilnya pula palu, mendekatinya diam-diam, lalu dilantaknyalah patok itu masuk ke dalam pelipisnya sampai tembus ke tanah – sebab ia telah tidur nyenyak karena lelahnya – maka matilah orang itu.   

Pada waktu itu muncullah Barak yang mengejar Sisera. Keluarlah Yael mendapatkan dia dan berkata kepadanya: ‘’Mari, aku akan menunjukkan kepadamu orang yang kaucari itu.’’ Lalu masuklah Barak ke dalam dan tampaklah Sisera mati tergeletak dengan patok dalam pelipisnya. Demikianlah Allah pada hari itu menundukkan Yabin, raja Kanaan, di depan orang Israel. 

Sumber:  
http://id.wikipedia.org/wiki/Yael
http://alkitab.or.id/alkitab

Rabu, 04 Juli 2012

Kisah Abigail


1. Ringkasan Kisah

Abigail menemui Daud
Abigail menemui Daud

Abigail adalah seorang perempuan yang terdapat dalam Alkitab Perjanjian Lama terkait dengan kisah Raja Daud di Israel. Kisah tersebut terdapat dalam 1 Samuel 25:2-42.

Abigail adalah istri dari seorang pengusaha kaya, namanya Nabal, yang dikisahkan pula bebal hatinya. Abigail sangat disorot karena dia memintakan pengampunan dari Raja Daud ketika Nabal tidak mengindahkan permintaan Raja Daud untuk meminta upeti. 

Daud sendiri akhirnya marah karena hinaan Nabal yang menolak memberikan upeti kepada utusan Daud itu. Namun Abigail tahu persis bahwa jika Daud marah maka suaminya akan bernasib buruk, sehingga Abigail memohonkan ampun.

Dalam peristiwa itu, Abigail membawakan makanan bagi pasukan Daud, dan dari situ pula akhirnya Daud tampak bersimpati pada kebijaksanaan Abigail. Daud mengabulkan permohonan Abigail dan tidak menyerang Nabal. 

Namun setelah 10 hari, Tuhan sendiri yang memukul Nabal dan akhirnya Nabal mati. Setelah itu Daud menyuruh pasukannya untuk menjemput Abigail dan mengambilnya sebagai istri. Diceritakan bahwa memang Abigail cantik dan bijaksana, sehingga Daud mengambilnya sebagai istri.

2. Kisah Abigail  Selengkapnya

Cerita mengenai Abigail berdasarkan Kitab 1 Samuel 25 : 2 – 42, adalah demikian: 

Ketika itu ada seorang laki-laki di Maon, yang mempunyai perusahaan di Karmel. Orang itu sangat kaya: ia mempunyai tiga ribu ekor domba dan seribu ekor kambing. Ia ada di Karmel pada pengguntingan bulu domba-dombanya. Nama orang itu Nabal dan nama isterinya Abigail. Perempuan itu bijak dan cantik, tetapi laki-laki itu kasar dan jahat kelakuannya. Ia seorang keturunan Kaleb. 

Ketika didengar Daud di padang gurun, bahwa Nabal sedang menggunting bulu domba-dombanya,  maka Daud menyuruh sepuluh orang dan kepada orang-orang itu Daud berkata: ''Pergilah ke Karmel dan temuilah Nabal. Tanyakanlah keselamatannya atas namaku  dan sampaikanlah salam ini kepadanya: Selamat! Selamatlah engkau, selamatlah keluargamu, selamatlah segala yang ada padamu. Baru-baru ini aku mendengar bahwa engkau mengadakan pengguntingan bulu domba. Adapun gembala-gembalamu yang ada dengan kami, tidak kami ganggu dan tidak ada sesuatu yang hilang dari pada mereka selama mereka ada di Karmel. Tanyakanlah kepada orang-orangmu, mereka tentu akan memberitahukan kepadamu. Sebab itu biarlah orang-orang ini mendapat belas kasihanmu; bukankah kami ini datang pada hari raya? Berikanlah kepada hamba-hambamu ini dan kepada anakmu Daud apa yang ada padamu.'' 

Ketika orang-orang Daud sampai ke sana, berkatalah mereka kepada Nabal atas nama Daud tepat seperti yang dikatakan kepada mereka, kemudian mereka menanti. 

Tetapi Nabal menjawab anak buah Daud itu, katanya: ''Siapakah Daud? Siapakah anak Isai itu? Pada waktu sekarang ini ada banyak hamba-hamba yang lari dari tuannya. Masakan aku mengambil rotiku, air minumku dan hewan bantaian yang kubantai bagi orang-orang pengguntingku untuk memberikannya kepada orang-orang yang aku tidak tahu dari mana mereka datang?'' 

Lalu orang-orang Daud itu berbalik pulang dan setelah sampai, mereka memberitahukan kepadanya tepat seperti yang dikatakan kepada mereka. Kemudian berkatalah Daud kepada orang-orangnya: ''Kamu masing-masing, sandanglah pedang!'' Lalu mereka masing-masing menyandang pedangnya; Daud sendiri pun menyandang pedangnya. Sesudah itu kira-kira empat ratus orang maju mengikuti Daud, sedang dua ratus orang tinggal menjaga barang-barang.

Tetapi kepada Abigail, isteri Nabal, telah diberitahukan oleh salah seorang bujangnya, katanya: ''Ketahuilah, Daud menyuruh orang dari padang gurun untuk memberi salam kepada tuan kita, tetapi ia memaki-maki mereka. Padahal orang-orang itu sangat baik kepada kami; mereka tidak mengganggu kami dan kami tidak kehilangan apa-apa selama kami lalu-lalang di dekat mereka, ketika kami ada di ladang. Mereka seperti pagar tembok sekeliling kami siang malam, selama kami menggembalakan domba-domba di dekat mereka. Oleh sebab itu, pikirkanlah dan pertimbangkanlah apa yang harus kauperbuat, sebab telah diputuskan bahwa celaka akan didatangkan kepada tuan kita dan kepada seisi rumahnya, dan ia seorang yang dursila, sehingga orang tidak dapat berbicara dengan dia.''  

Lalu segeralah Abigail mengambil dua ratus roti, dua buyung anggur, lima domba yang telah diolah, lima sukat bertih gandum, seratus buah kue kismis dan dua ratus kue ara, dimuatnyalah semuanya ke atas keledai,  lalu berkata kepada bujang-bujangnya: ''Berjalanlah mendahului aku; aku segera menyusul kamu.'' Tetapi Nabal, suaminya, tidaklah diberitahunya. 

Ketika perempuan itu dengan menunggang keledainya, turun dengan terlindung oleh gunung, tampaklah Daud dan orang-orangnya turun ke arahnya, dan perempuan itu bertemu dengan mereka. Daud tadinya telah berkata: ''Sia-sialah aku melindungi segala kepunyaan orang ini di padang gurun, sehingga tidak ada sesuatu pun yang hilang dari segala kepunyaannya; ia membalas kebaikanku dengan kejahatan. Beginilah kiranya Allah menghukum Daud, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika kutinggalkan hidup sampai pagi seorang laki-laki saja pun dari semua yang ada padanya.'' 

Ketika Abigail melihat Daud, segeralah ia turun dari atas keledainya, lalu sujud menyembah di depan Daud dengan mukanya sampai ke tanah. Ia sujud pada kaki Daud serta berkata: ''Aku sajalah, ya tuanku, yang menanggung kesalahan itu. Izinkanlah hambamu ini berbicara kepadamu, dan dengarkanlah perkataan hambamu ini. Janganlah kiranya tuanku mengindahkan Nabal, orang yang dursila itu, sebab seperti namanya demikianlah ia: Nabal namanya dan bebal orangnya. 

Tetapi aku, hambamu ini, tidak melihat orang-orang yang tuanku suruh.  Oleh sebab itu, tuanku, demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu yang dicegah TUHAN dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan, biarlah menjadi sama seperti Nabal musuhmu dan orang yang bermaksud jahat terhadap tuanku! Oleh sebab itu, pemberian yang dibawa kepada tuanku oleh budakmu ini, biarlah diberikan kepada orang-orang yang mengikuti tuanku. Ampunilah kiranya kecerobohan hambamu ini, sebab pastilah TUHAN akan membangun bagi tuanku keturunan yang teguh, karena tuanku ini melakukan perang TUHAN dan tidak ada yang jahat terdapat padamu selama hidupmu. 

Jika sekiranya ada seorang bangkit mengejar engkau dan ingin mencabut nyawamu, maka nyawa tuanku akan terbungkus dalam bungkusan tempat orang-orang hidup pada TUHAN, Allahmu, tetapi nyawa para musuhmu akan diumbankan-Nya dari dalam salang umban. Apabila TUHAN melakukan kepada tuanku sesuai dengan segala kebaikan yang difirmankan-Nya kepadamu dan menunjuk engkau menjadi raja atas Israel, maka tak usahlah tuanku bersusah hati dan menyesal karena menumpahkan darah tanpa alasan, dan karena tuanku bertindak sendiri dalam mencari keadilan. Dan apabila TUHAN berbuat baik kepada tuanku, ingatlah kepada hambamu ini.'' 

Lalu berkatalah Daud kepada Abigail: ''Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang mengutus engkau menemui aku pada hari ini; terpujilah kebijakanmu dan terpujilah engkau sendiri, bahwa engkau pada hari ini menahan aku dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan. 

Tetapi demi TUHAN, Allah Israel yang hidup, yang mencegah aku dari pada berbuat jahat kepadamu -- jika engkau tadinya tidak segera datang menemui aku, pasti tidak akan ada seorang laki-laki pun tinggal hidup pada Nabal sampai fajar menyingsing.'' 

Lalu Daud menerima dari perempuan itu apa yang dibawanya untuk dia, dan berkata kepadanya: ''Pulanglah dengan selamat ke rumahmu; lihatlah, aku mendengarkan perkataanmu dan menerima permintaanmu dengan baik.''

Sampailah Abigail kepada Nabal dan tampaklah, Nabal mengadakan perjamuan di rumahnya, seperti perjamuan raja-raja. Nabal riang gembira dan mabuk sekali. Sebab itu tidaklah diceriterakan perempuan itu sepatah kata pun kepadanya, sampai fajar menyingsing. 

Tetapi pada waktu pagi, ketika sudah hilang mabuk Nabal itu, diceriterakanlah kepadanya oleh isterinya segala perkara itu. Lalu terhentilah jantungnya dalam dada dan ia membatu. Dan kira-kira sepuluh hari sesudah itu TUHAN memukul Nabal, sehingga ia mati.  

Ketika didengar Daud, bahwa Nabal telah mati, berkatalah ia: ''Terpujilah TUHAN, yang membela aku dalam perkara penghinaan Nabal terhadap aku dan yang mencegah hamba-Nya dari pada berbuat jahat. TUHAN telah membalikkan kejahatan Nabal ke atas kepalanya sendiri.'' 

Kemudian Daud menyuruh orang untuk berbicara dengan Abigail tentang mengambil dia menjadi isterinya.  Para hamba Daud datang kepada Abigail di Karmel dan berkata kepadanya, demikian: ''Daud menyuruh kami kepadamu untuk mengambil engkau menjadi isterinya.'' Lalu bangkitlah perempuan itu berdiri, sujudlah ia menyembah dengan mukanya ke tanah sambil berkata: ''Sesungguhnya, hambamu ini ingin menjadi budak yang membasuh kaki para hamba tuanku itu.'' 

Kemudian berkemaslah Abigail dengan segera; ia menunggang keledainya, dengan diiringi lima orang pelayan perempuan. Ia mengikuti suruhan Daud itu dan menjadi isteri Daud.  

Sumber:
Gambar dari Google Images
http://id.wikipedia.org/wiki/Abigail
http://alkitab.or.id/cgi-bin/alkitab.cgi