Bahan Alkitab
Efesus 6:18
“Dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus”
![]() |
Berlutut dan berdoa kepada Allah Bapa |
Peperangan orang Kristen melawan kekuatan Iblis
menuntut kesungguhan dalam doa, yaitu berdoa “di dalam Roh”, “setiap waktu”,
“dengan permohonan yang tak putus-putus”, “untuk segala orang kudus”. Kehidupan
orang Kristen dilukiskan sebagai suatu peperangan, suatu pertentangan fatal di
mana mereka terlibat melawan kuasa Iblis dan kejahatannya.
Seluruh perlengkapan senjata Allah yang disebutkan
dalam Efesus 6:14-17 harus senantiasa dipakai di dalam hubungan dengan melawan
kuasa jahat. Tetapi semua perlengkapan itu tidak ada artinya tanpa doa dan
permohonan yang tak putus-putusnya pada Allah dalam Roh. Mengapa dikatakan
berdoa bagi orang-orang kudus? Karena mereka adalah orang-orang yang melakukan
tugas berat dalam pemberitaan Injil Kerajaan Allah. Jadi, doa orang percaya bukan
hanya ditujukan bagi diri sendiri atau bagi keluarganya, namun bagi seluruh
umat dan semua orang kudus.
Roma
12:12
“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”
Penjelasan Roma 12:12
Ada hubungan yang saling menguatkan antara
“sukacita dalam pengharapan”, “kesabaran dalam kesesakan”, dan “ketekunan dalam
doa”. Orang beriman yang hidup dalam pengharapan kepada Allah sudah pasti
mengalami sukacita. Dalam pengharapan itulah orang beriman memiliki ketahanan
diri untuk bersabar dalam menghadapipenderitaan dan setia berdoa kepada Allah.
Dalam melaksanakan kehendak Allah, orang percaya
harus bersikap pasrah menerima segala yang diperintahkan. Kita akan berdoa:
jadilah kehendak-Mu Bapa. Artinya, kita menyerahkan hidup kita dalam kedaulatan
Allah. Paulus mau supaya kita menerapkan suatu perubahan yang sangat mendasar
yang telah terjadi pada kita. Dulu kita berada dalam dosa, dikuasai oleh maut, tetapi
sekarang kita sudah dipindahkan ke dalam hidup baru, maka, janganlah kita tetap
hidup sebagai hamba maut. Maka, kita perlu mengingat bahwa ketaatan yang
diharapkan dari kita tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi harus dijalankan
dengan pertolongan dari Roh Allah, meskipun disertai pergumulan.
Roma 12:12 tidak berdiri sendiri melainkan ada
dalam satu rangkaian, yaitu Roma 12:9-21. Ada
sejumlah daftar dari nasihat untuk hidup dalam kasih. Pada ayat 9, kasih harus sungguh-sungguh (tidak
berpura-pura). Orang-orang percaya diperintahkan untuk senantiasa membenci
kejahatan dan terus-menerus mengejar kebaikan. Roma 12:10, harus saling setia
dalam kasih persaudaraan dan saling mendahului dalam menunjukkan rasa hormat
satu terhadap yang lain. Roma 12:11, tidak boleh malas, mereka harus menyala-nyala
dengan Roh dan senantiasa melayani Tuhan. Roma 12:12, orang-orang percaya
diperintahkan untuk senantiasa bersukacita dalam pengharapan, yaitu dalam segala sesuatu yang telah dijanjikan Allah
di dalam Kristus. Mereka harus menanggung penderitaan dan senantiasa berdoa. Roma
12:13, menyediakan kebutuhan orang-orang Kudus (sesama orang percaya) dan
berusaha untuk selalu memberikan tumpangan. Roma 12:14, orang-orang percaya
harus memberkati orang-orang yang menganiaya mereka dan berhenti mengutuk orang
lain. Roma 12:15, mereka harus bersukacita dengan orang-orang yang bersukacita
dan berdukacita dengan orang-orang yang berdukacita. Merasa benar-benar
bersukacita atas keberhasilan orang lain merupakan sebuah tanda kedewasaan
rohani yang sejati. Orang percaya diminta untuk menunjukkan solidaritasnya pada
sesama. Roma 12:16, orang-orang percaya harus hidup harmonis satu dengan yang
lain. Bersikap rendah hati dan tidak sombong, merasa diri paling benar. Roma
12:17, tidak boleh membalas kejahatan dengan kejahatan. Sebaliknya mereka harus
mengusahakan hal-hal yang baik secara moral di hadapan semua orang. Roma 12:18, sejauh dimungkinkan, orang-orang Kristen harus
berusaha hidup rukun dengan semua orang. Orang Kristen harus membawa damai
dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Roma 12:19, tidak boleh membalas dendam,
tidak boleh menghakimi karena hanya Allah-lah hakim yang adil. Perjanjian Lama
menunjukkan bahwa balas dendam dan ganti rugi adalah hak Allah. Roma 12:20,
orang-orang percaya harus memperlakukan musuh-musuh yang kekurangan sebagaimana
mereka memperlakukan orang lain yang kekurangan. Dengan memberi makan dan minum
kepada musuh-musuh itu, orang-orang percaya menumpukkan bara api di atas kepala
mereka. Gambaran ini tampaknya berarti bahwa musuh akan malu sekali atau merasa
menyesal apabila diperlakukan dengan baik. Roma 12:21, ciri karakter terakhir
yang disebutkan dalam Roma 12 menunjukkan kesadaran Paulus akan adanya suatu pergumulan
di dalam kehidupan orang Kristen–“Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan,
tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan”. Cinta kasih lebih utama dari
apapun bahkan cinta kasih dan kebaikan mampu menjadi benteng dalam menghadapi
kejahatan
A. Pendahuluan
Topik pembahasan ini seharusnya menjadi topik yang menarik. Sayang sekali di dunia modern ini orang banyak memberi waktu kepada aktivitas lainnya terutama kegiatan bermedia sosial. Mereka memiliki waktu yang banyak untuk meng-update status, membalas komentar, dan itu bisa berlangsung berjam-jam. Sedangkan waktu untuk beribadah, berdoa, dan membaca Alkitab hampir tidak menjadi prioritas. Seandainya ada penelitian mengenai berapa banyak waktu yang dihabiskan oleh seorang remaja untuk bermedia sosial dibandingkan dengan kegiatan lainnya, mungkin akan mencengangkan kita. Hampir dapat dipastikan waktu untuk bermedia social ataupun game online akan lebih banyak dan lebih diprioritaskan.
Oleh karena itu, pembelajaran ini merupakan
motivasi bagi remaja kelas 7 SMP untuk membangun kepekaan spiritual dengan
setia berdoa, membaca Alkitab, dan beribadah. Iman kita akan terus dibangun
ketika kita memelihara hubungan dengan Allah yang kita imani. Ada pepatah yang mengatakan
bahwa doa adalah napas hidup orang beriman. Doa sebagai napas hidup artinya doa
merupakan kebutuhan bagi orang beriman, tanpa doa manusia akan binasa. Ibadah,
doa, dan membaca Alkitab adalah tiga hal yang saling berkaitan satu dengan yang
lain. Oleh karena itu pembahasan mengenainya dirangkai menjadi satu.
B.
Memelihara Hubungan dengan Allah
Ada orang yang masih mementingkan berapa kali berdoa setiap hari, namun berdoa bukanlah terutama menyangkut banyaknya atau kuantitas, melainkan motivasi kita berdoa. Berdoa, membaca Alkitab, dan beribadah merupakan bagian dari upaya orang Kristen memelihara iman dan pengharapan pada Tuhan Allah yang telah menyelamatkan manusia dalam Yesus Kristus.
Meskipun pada jenjang dan kelas tertentu sudah ada pembahasan mengenai apa makna ibadah, doa, dan membaca Alkitab, namun dalam pelajaran ini penting untuk ditegaskan kembali mengenai makna ibadah, berdoa, dan membaca Alkitab. Ada juga pemahaman bahwa ibadah tidak hanya bersifat formal, namun ibadah juga mencakup seluruh sikap hidup manusia.
Nabi Amos menulis bahwa Tuhan menolak ibadah orang Israel jika mereka taat beribadah namun tingkah-laku mereka amat buruk. Kitab Amos menulis, “Aku membenci, Aku menghinakan perayaan (ibadah) mu dan Aku tidak senang terhadap perkumpulan rayamu, sungguh apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban sajianmu, Aku tidak suka dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. Jauhkan dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir” (Amos 5:21-24).
Jadi, ibadah bisa berarti ibadah formal ketika kamu
menyembah Tuhan dalam sebuah liturgy baik di gereja, ibadah pribadi, maupun
dalam perkumpulan ibadah lainnya. Namun ibadah juga mencakup seluruh sikap
hidup manusia. Keduanya sama penting, baik ibadah formal maupun sikap hidup.
Dalam pembahasan ini, kalian dibimbing untuk memahami apa makna ibadah formal.
C. Makna
Beribadah, Berdoa, dan Membaca Alkitab
Seberapa sering orang Kristen berdoa dan membaca Alkitab? Jemaat Kristen pertama memiliki kehidupan ibadah yang luar biasa, Kitab Kisah Para Rasul 2:41-42 menulis tentang cara hidup mereka. Petrus yangberkhotbah pada hari Pentakosta telah menyebabkan banyak orang bertobat dan dibaptis dalam nama Yesus. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Tidak hanya beribadah, berdoa, dan membaca Alkitab, tapi mereka juga saling menolong tanpa pamrih terutama bagi mereka yang kekurangan. Kehidupan ibadah mereka bukan hanya diwujudkan melalui ibadah formal, namun juga melalui praktik kehidupan.
Yesus Kristus telah memberikan contoh mengenai pentingnya ibadah, berdoa, dan membaca Alkitab (Markus 1:35; 6:46; Lukas 5:16; 6:12; 22:41 dan 42). Amatlah penting bagi orang Kristen untuk memelihara iman dan pengharapannya dan salah satu cara penting dalam memelihara iman adalah melalui ketekunan dalam beribadah, berdoa, dan membaca Alkitab.
Ibadah adalah kegiatan ritual yang dilakukan dalam rangka menyembah Tuhan, bersekutu bersama saudara-saudara seiman, melayani Tuhan dan mengucap syukur atas anugerah Tuhan bagi manusia. Adapun berdoa adalah cara manusia berkomunikasi dengan Allah yang diimani. Mengenai doa, Yesus Kristus mengajarkan doa Bapa Kami yang isinya menyangkut seluruh aspek hidup manusia.
Pernahkah kamu merenungkan isi doa Bapa kami?
Untaian kata-kata dalam doa tersebut sarat oleh makna. Melalui doa Bapa kami
Yesus mengajarkan orang beriman untuk berkomunikasi dengan Allah dalam kejujuran dan ketulusan hati. Menurut Van Nitrik dan Boland,
orang percaya berdoa untuk mengucap syukur
karena telah dimerdekakan dari dosa, berdoa juga berarti merendahkan diri di
hadapan Allah, sujud menyembah kepada-Nya.
D. Memahami
Doa Bapa Kami
Yesus
Kristus telah memberikan contoh mengenai pentingnya beribadah, berdoa , dan
membaca Alkitab. Pelajari tuntunan dari Yesus Kristus yang tercantum dalam Alkitab
seperti tertulis di bawah ini.
1. Markus
1:35,
Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi
ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
2. Matius
6:5-6,
Jangan berdoa seperti orang munafik (supaya dilihat orang) ataupun bertele-tele
(banyak kata-katanya supaya dikabulkan), "Tetapi jika engkau berdoa,
masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada
di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan
membalasnya kepadamu."
3. Matius
7:7-8,
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat;
ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta,
menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang
mengetok, baginya pintu dibukakan.
4. Matius
21:22,
“Apa saja yang kamu minta dalam doa
dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya”
5. Lukas
22:41-42,
Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya,
lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau,
ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan
kehendak-Mulah yang terjadi."
Doa Bapa Kami
Silahkan
pelajari dan pahami Doa Bapa Kami. Jadikanlah pedoman berdoa dalam kehidupan
sehari-hari. Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Yesus Kristus tertulis pada
Kitab Matius 6:9-13, Karena itu berdoalah
demikian: “Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah
Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada
hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami akan kesalahan kami,
seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah
membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.
Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai
selama-lamanya. Amin”.
Perhatikan bagian dari Doa Bapa Kami tersebut:
1. Tiap orang dapat berbicara langsung dengan Allah Bapa
2. Doa memiliki permintaan yang mencakup hal esensial dari
kehidupan iman, yaitu mengenai datangnya Kerajaan Allah sampai dengan kebutuhan hidup manusia menyangkut
makanan dan minuman.
3. Orang percaya meminta pengampunan Allah Bapa, tapi serentak
dengan itu orang percaya dituntut untuk saling mengampuni
Dalam Doa Bapa Kami, Yesus meminta orang beriman
menyapa Allah sebagai “Bapa”, bentuk keakraban yang indah. Kemudian Allah
dimuliakan oleh orang beriman dan pengakuan terhadap kerajaan Allah dimana
Allah-lah yang memerintah hidup manusia. Setelah sapaan dan pengakuan terhadap
Allah yang maha kuasa dan berdaulat, manusia kemudian mengakui kelemahan dirinya
bahwa tanpa Allah manusia binasa. Untuk itu, orang beriman memohon agar
kehidupan jasmani dan rohaninya dipenuhi dan diberkati oleh Allah.
Jadi, pemenuhan hidup manusia bergantung pada kasih karunia Allah. Menarik bahwa di dalam doa ini ada rumusan “berikan kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya”. Artinya orang beriman dilarang untuk bersikap rakus dan serakah. Berarti kita diminta untuk hidup “secukupnya”. Hal itu penting, supaya orang lain juga memperoleh bahagiannya. Amat penting bagi orang kristen untuk merasa “cukup”. Karena sifat dasar manusia berdosa adalah selalu merasa tidak cukup. Setelah menjadi kaya, orang akan memiliki keinginan untuk menjadi semakin kaya. Untuk membendung sikap rakus dan merasa tidak pernah cukup, Yesus meminta kita berdoa pada Allah untuk memberikan kita makanan dan rejeki secukupnya sesuai dengan kebutuhan kita.
Ketika buku ini ditulis, wabah Covid-19 tengah melanda dunia. Banyak kota di tiap negara yang ditutup atau istilahnya “lock down” sehingga mobilitas manusia terbatas. Pembatasan ini menyebabkan manusia hanya tinggal di dalam rumah saja. Akibatnya orang-orang yang memiliki barang-barang mahal dan hidup mewah pun harus menyimpan barang-barang itu tanpa bisa menggunakannya atau memamerkannya. Pada saat wabah merebak dan banyak orang meninggal, manusia sadar bahwa uang dan kekayaan tidak dapat “membeli nyawa” dan kesehatan. Uang dapat membeli obat dan perawatan namun tidak dapat “membeli nyawa”.
Banyak orang memberikan kesaksian bahwa di samping pengobatan medis, mereka diselamatkan oleh imannya kepada Kristus. Bahwa ketika imun tubuh turun, mereka berusaha makan makanan bergizi dan beristirahat, tetapi hal amat penting adalah doa dan memuji Tuhan mempengaruhi imun tubuh, karena hati menjadi tenang dan pasrah sehingga imun tubuh terjaga. Mungkin kesaksian ini membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Dalam Injil Matius 21:22 tertulis, “Apa saja yang kamu minta
dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya”. Berikut adalah beberapa panduan yang diambil dari ajaran Yesus
mengenai berdoa:
1. Berdoalah dengan penuh penyerahan diri kepada Allah sebagai Bapa
yang penuh kasih.
2. Berdoalah secara alami mengungkapkan isi hati kita dan
penyerahan diri kepada-Nya.
3. Berdoa dengan kata-kata yang sederhana dan tidak berbelit-belit.
4. Berdoa dalam kepercayaan bahwa Allah maha mendengar dan Ia menjawab doa kita menurut kasih dan keadilan-Nya.
5. Berdoa dan membaca Alkitab sesuai dengan kehendak Allah.
6. Ingat, tidak ada masalah yang terlalu besar atau terlalu kecil
untuk berdoa.
7. Berdoalah dalam
iman dan pengharapan pada-Nya.
E.
Pentingnya Beribadah, Berdoa, dan Membaca Alkitab bagi Remaja SMP
Di zaman sekarang ada begitu banyak alat permainan
elektronik dan warung internet yang menyediakan sarana bagi anak-anak, remaja,
maupun kaum muda untuk bermain. Hampir sebagian besar orang menghabiskan waktu
di tempat kerja, di warnet maupun play station. Anak-anak dan remaja lebih senang menghabiskan waktu di
tempat-tempat tersebut ataupun di mall ketimbang mengikuti kegiatan gerejawi. Akibatnya, kehadiran
remaja dalam ibadah tidak signiikan dibandingkan dengan kehadiran di warnet
atau playstation. Padahal beribadah, berdoa,
dan membaca Alkitab amat penting untuk memperkuat iman. Apalagi di masa-masa
wabah Covid-19 melanda hampir seluruh dunia, rumah-rumah ibadah kosong oleh karena
pembatasan sosial yang diberlakukan oleh pemerintah. Ibadah yang dilakukan
secara online semakin membuka peluang untuk
absen melakukan ibadah. Juga hikmah ibadah menjadi hal yang harus lebih
diperhatikan.
![]() |
Gambar Anak SMP membaca Alkitab |
Pentingnya orang Kristen setia beribadah kepada Allah, setia berdoa, dan membaca Alkitab
1. Pertama, dalam ibadah, berdoa, dan
membaca Alkitab, orang beriman mewujudkan iman dan percayanya kepada Allah.
Bahwa Allah yang telah terlebih dahulu datang kepada manusia, Allah menyapa,
mencari serta menyelamatkan manusia. Allah setia pada janji-Nya, maka orang
beriman pun harus menunjukkan kesetiaan kepada-Nya, antara lain melalui ibadah.
Orang yang setia berkenan kepada-Nya (Amsal 12:22).
2. Kedua, kesetiaan berdoa, membaca
Alkitab, dan beribadah menghasilkan pencerahan hidup. Ibadah membawa makna
perubahan dalam diri orang percaya. Ada seorang pakar sosiologi agama bernama
Durkheim yang meneliti mengenai agama dan masyarakat. Dalam penelitiannya, ia
menemukan bahwa ada kaitan antara kebersamaan dalam ibadah dengan eratnya
kebersamaan dalam kelompok masyarakat beragama. Ketika menjalankan liturgi
penyembahan, nyanyian-nyanyian, dan penyembahan mempersatukan orang dalam satu perasaan
kebersamaan.
3. Ketiga, melalui ibadah, orang
beriman mengekspresikan wujud syukurnya kepada Allah yang diimani.
4. Keempat, kesetiaan beribadah membuat
sikap sosial kamu semakin bertumbuh. Dalam ibadah, kamu bertemu dengan berbagai
orang dari berbagai latar berlakang, semua melebur dalam doa, pujian, dan
persembahan. Meskipun ada wabah Covid-19 umumnya jemaat melakukan ibadah online namun tidak mengurangi hikmah
dan makna ibadah.
5. Kelima, memupuk persekutuan sebagai
sesama saudara seiman. Berdoa, membaca Alkitab, dan beribadah memberi
kesempatan untuk membangun hubungan yang akrab dengan Allah, bertemu
dengan-Nya, dan berkomunikasi dengan akrab.
F. Sikap
yang Baik dan Benar dalam Beribadah, Berdoa dan Membaca Alkitab
Jika kalian bertemu dengan kepala sekolah di
ruangannya, kalian pasti bersikap sopan bukan? Apalagi jika akan bertemu dengan
Tuhan Allah yang diimani, tentu ada tata cara. Banyak orang kurang
memperhatikan sikap dalam ibadah dan berdoa, masih ada orang yang datang ke
pertemuan raya dan ibadah seolah-olah sedang menuju ke tempat rekreasi.
![]() |
Gambar Jemaat Beribadah di Gereja |
Memang ada gereja-gereja tertentu yang melakukan liturgi ibadah menggunakan band dan musik juga bertepuk tangan. Dalam Kitab Mazmur pun ditulis bahwa kita memuji Tuhan dengan alat musik gambus, kecapi, rebana, dan lain-lain. Kegembiraan dalam beribadah hendaknya tidak mengurangi suasana ibadah sebagai penyembahan terhadap Allah yang diimani.
Sikap dan cara berpakaian haruslah menunjukkan rasa hormat dan takjub kita terhadap Tuhan Allah yang Maha Kudus. Ketika Musa bertemu dengan Allah di hutan belukar di Midian, Allah meminta Musa untuk menanggalkan kasutnya (alas kaki) karena tempat yang dipijaknya itu kudus.
Yesus juga mengajarkan sikap yang baik dan benar dalam berdoa, dalam Injil Lukas 5:6-8 Yesus menuntun orang percaya untuk bersikap benar dalam berdoa, “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munaik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadah dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya mereka sudah mendapat. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu di tempat yang tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Lagi pula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu sperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya”.
Yesus mengkritik orang-orang yang berdoa dalam sikap yang tidak benar sebagaimana tertulis dalam Injil Lukas 5:6-8. Setelah membaca bagian ini, sebaiknya kalian mengoreksi sikap dalam beribadah dan bedoa, apakah kalian telah menujukkan sikap sebagaimana tertulis dalam Injil Lukas 5:6-8?
Kalian telah pelajari mengenai makna ibadah dan
mengapa orang beriman perlu beribadah, di dalamnya termasuk kebersamaan dengan sesama
saudara seiman. Beribadah dalam persekutuan mempunyai dampak positif, yaitu
membangun kebersamaan dan persekutuan. Doa dan pujian yang dilakukan secara
bersama-sama itu menyenangkan hati Allah. Bahkan pada saat wabah Covid-19 kita
semua tetap dapat beribadah secara online. Beribadah online tidak berarti kita dapat bersikap seenaknya. Disiplin dan aturan
ibadah, sopan santun dalam beribadah harus tetap dijaga. Yesus Kristus datang
dan ia membentuk persekutuan orang percaya, ajaran-ajaran-Nya disampaikan dalam
persekutuan umat, Ia mengajar di Bait Allah, Ia mengajar banyak orang dalam
kelompok-kelompok. Jadi, kehadiran kamu di gereja dan persekutuan remaja amat
penting dalam rangka memupuk persekutuan dan kamu juga dapat belajar dari
pengalaman iman orang lain dalam persekutuan.
G. Apakah
Semua Doa Dijawab Sesuai dengan Permintaan?
Dalam Injil Matius 6:8 Yesus mengatakan “karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan”. Kalimat ini memiliki makna yang dalam, bahwa Allah lebih mengetahui apa yang kita perlukan. Doa dan permohonan kamu akan dijawab sesuai dengan kasih dan keadilan Allah karena Ia lebih tahu apa yang kamu perlukan. Dalam Injil Matius 21:22 tertulis: “dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya”.
Doa kamu akan dijawab, kamu akan menerima jawaban atas doa-doa kamu, namun jawaban itu diberikan berdasarkan pertimbangan Allah. Banyak orang kecewa karena merasa doanya tidak dikabulkan sama persis seperti apa yang diminta. Allah bukanlah “super market” tempat kamu memesan barang dan membelinya sesuai dengan apa yang kamu inginkan, Allah adalah Bapa yang Pengasih dan Ia lebih tahu apa yang dibutuhkan oleh anak-anak-Nya. Dengan demikian, janganlah berhenti berdoa ketika apa yang kamu minta belum dijawab ataupun hal lain yang kamu peroleh.
Terkadang, manusia mengalami masalah, kesusahan dan
melalui berbagai peristiwa kehidupan, orang percaya mengalami ujian iman, yaitu
apakah mereka akan tetap setia mengikuti Tuhan Allah, setia beribadah, berdoa
dan membaca Alkitab ataukah berhenti melakukannya karena kecewa. Ada berbagai
bentuk ujian iman bagi anak remaja seperti kamu. Antara lain, godaan untuk
nyontek, bolos, terpikat pada obat terlarang, rokok, gambar porno di internet,
dan media sosial lainnya. Menghadapi semuanya itu, apakah kamu dapat tahan uji?
Setia beribadah, berdoa dan membaca Alkitab akan memperkuat kamu dalam
menghadapi berbagai ujian iman.
H. Janji
Untuk Setia Beribadah, Berdoa dan Membaca Alkitab
Alkitab berisi tentang Janji Keselamatan Allah yang
diberikan pada manusia. Kalian dapat membuat janji
untuk setia beribadah, berdoa, dan membaca Alkitab. Janji dapat berupa slogan,
doa, maupun puisi dan bentuk aktivitas lainnya yang bertujuan agar kamu setia
dalam beribadah, berdoa, dan membaca Alkitab.
I. Penutup
Ibadah, berdoa, dan membaca Alkitab merupakan napas hidup orang beriman. Sebagai napas hidup, tiga hal itu merupakan penopang utama bagi kehidupan orang beriman. Ada banyak alasan yang menghalangi remaja untuk setia beribadah, berdoa, dan membaca Alkitab, namun dari dalam diri sendiri haruslah lahir kesadaran untuk menjadikan ibadah, doa dan membaca Alkitab sebagai napas hidup. Dengan demikian, iman kalian semakin bertumbuh dalam ketaatan kepada Allah di dalam Yesus Kristus.
Referensi:
Pendidikan Agama Kristen dan Budi
Pekeri untuk SMP Kelas VII. Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Jakarta Pusat. 2021.
Alkitab Elektronik 2.00 – Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga
Alkitab Indonesia.
Gambar
Berlutut dan berdoa kepada Allah Bapa dari Buku PAK kelas 8 Kurikulum 2013
Gambar
Anak SMP
membaca Alkitab dari
Buku PAK kelas 8 Kurikulum 2013
Gambar
Jemaat Beribadah di Gereja dari www.kibrispdr.org
Tidak ada komentar:
Posting Komentar