Tampilkan postingan dengan label Penerus Rasul Yesus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penerus Rasul Yesus. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Agustus 2012

Dionisius dari Areopagus


Dionisius dari Areopagus
Dionisius dari Areopagus

1. Identitas Dionisius


Dionisius dari Aeropagus adalah seorang yang disebut dalam bagian Perjanjian Baru di Alkitab Kristen, yang kemudian menjadi martir Kristen pada masa pemerintahan Kaisar Domitian. 

Ia lahir di Athena. Dionisius mempelajari bidang astronomi di Mesir sehingga ia menjadi seorang astrolog terkenal pada masanya. Usai menimba ilmu di Mesir, ia kembali ke Atena dan di sana Dionisius dipilih menjadi senator. 

Dionisius menjadi salah satu orang yang menjadi Kristen oleh karena pemberitaan Paulus di Athena. Dengan demikian, ia mengalami dilema sebagai seorang senator dan seorang Kristen. Sebagai senator, ia harus ikut menyembah dewa-dewa Romawi dan kaisar. 

Akhirnya, Dionisius memutuskan meninggalkan jabatannya sebagai senator. Dalam Kisah Para Rasul 17:34 dicatat: "Beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka."

2. Dionisius menurut Tradisi Kristen


Menurut Catatan Dionisius dari Korintus, yang dikutip oleh Eusebius, Dionisius yang di Atena ini kemudian menjadi uskup kedua di Atena. Setelah terjadi berbagai penghambatan terhadap orang-orang Kristen di Athena, Dionisius ikut tertangkap dan diadili di hadapan gubernur Athena. 

Ia mengalami berbagai penyiksaan karena tidak mau ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa dan kaisar. Oleh Kaisar, Dionisius dijatuhi hukuman mati yaitu hukuman pancung.

Dionisius banyak meninggalkan karya-karya yang ditulisnya selama ia hidup. Beberapa karyanya yang terkenal adalah: 
(1) De Divinis Nominibus (Nama-nama Ilahi), di dalamnya dibicarakan tentang nama-nama Allah dan sifat-sifatnya. 
(2) De Mystica Theologia (Teologi Mistik) yaitu mengenai persekutuan manusia dengan Allah. 
(3) De Caelesti Hierarchia (Hirarki Surgawi) yang berbicara tentang kodrat malaikat. 
(4) De Ecclesiastica Hierarchia (Hirarki Gerejawi) yang berisi tentang tingkatan pelayanan dalam gereja.


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Dionisius_dari_Areopagus
gambar dari google image

Baca juga:

Selasa, 21 Agustus 2012

Kornelius, Orang non-Yahudi Pertama menjadi Kristen


Kornelius di Baptis oleh Petrus
Kornelius di Baptis oleh Petrus


1. Identitas Kornelius

Kornelius atau Cornelius,  adalah seorang perwira pasukan Romawi yang disebut pasukan Italia. Menurut catatan Kisah Para Rasul merupakan orang non-Yahudi pertama yang menjadi orang Kristen. Pada waktu itu ia tinggal di kota Kaesarea, ibukota Provinsi Iudaea dalam Kerajaan Romawi. 

2. Kisah Kornelius

Cerita Kornelius dapat dibaca dari Kisah Para Rasul 10:1-48, demikian rangkumannya:

Kornelius dikatakan sebagai seorang saleh. Ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.

Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!" Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau. Dan sekarang, suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus. Ia menumpang di rumah seorang penyamak kulit yang bernama Simon, yang tinggal di tepi laut." 

Setelah malaikat yang berbicara kepadanya itu meninggalkan dia, dipanggilnya dua orang hambanya beserta seorang prajurit yang saleh dari orang-orang yang selalu bersama-sama dengan dia. Dan sesudah ia menjelaskan segala sesuatu kepada mereka, ia menyuruh mereka ke Yope. Keesokan harinya ketiga orang itu berada dalam perjalanan menuju Yope.

Pada saat mereka sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul 12 tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa. Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi. 

Tampak olehnya langit terbuka dan turunlah suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya, yang diturunkan ke tanah. Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung. Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!" Tetapi Petrus menjawab: "Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir." Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram." Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit. Petrus bertanya-tanya di dalam hatinya, apa kiranya arti penglihatan yang telah dilihatnya itu.

Sementara itu telah sampai di muka pintu orang-orang yang disuruh oleh Kornelius dan yang berusaha mengetahui di mana rumah Petrus. Mereka memanggil seorang dan bertanya, apakah Simon yang disebut Petrus ada menumpang di rumah itu. 

Dan ketika Petrus sedang berpikir tentang penglihatan itu, berkatalah Roh: "Ada tiga orang mencari engkau. Bangunlah, turunlah ke bawah dan berangkatlah bersama-sama dengan mereka, jangan bimbang, sebab Aku yang menyuruh mereka ke mari." Lalu turunlah Petrus ke bawah dan berkata kepada orang-orang itu: "Akulah yang kamu cari; apakah maksud kedatangan kamu?" Jawab mereka: "Kornelius, seorang perwira yang tulus hati dan takut akan Allah, dan yang terkenal baik di antara seluruh bangsa Yahudi, telah menerima penyataan Allah dengan perantaraan seorang malaikat kudus, supaya ia mengundang engkau ke rumahnya dan mendengar apa yang akan kaukatakan." 

Ia mempersilakan mereka untuk bermalam di situ. Keesokan harinya ia bangun dan berangkat bersama-sama dengan mereka, dan beberapa saudara dari Yope menyertai dia.

Pada hari berikutnya sampailah mereka di Kaisarea. Kornelius sedang menantikan mereka dan ia telah memanggil sanak saudaranya dan sahabat-sahabatnya berkumpul. 

Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, ia menyembah Petrus. Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya: "Bangunlah, aku hanya manusia saja." 

Dan sambil bercakap-cakap dengan dia, ia masuk dan mendapati banyak orang sedang berkumpul. Ia berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir. Itulah sebabnya aku tidak berkeberatan ketika aku dipanggil, lalu datang ke mari. 

Sekarang aku ingin tahu, apa sebabnya kamu memanggil aku. "Jawab Kornelius: "Empat hari yang lalu kira-kira pada waktu yang sama seperti sekarang, yaitu jam tiga petang, aku sedang berdoa di rumah. Tiba-tiba ada seorang berdiri di depanku, pakaiannya berkilau-kilauan dan ia berkata: Kornelius, doamu telah didengarkan Allah dan sedekahmu telah diingatkan di hadapan-Nya. Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus; ia sedang menumpang di rumah Simon, seorang penyamak kulit, yang tinggal di tepi laut. Karena itu segera kusuruh orang kepadamu, dan dengan senang hati engkau telah datang. Sekarang kami semua sudah hadir di sini di hadapan Allah untuk mendengarkan apa yang ditugaskan Allah kepadamu."

Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang. Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.

Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib. Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati. 

Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."

Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. 

Lalu kata Petrus: "Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?" Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka.

3. Dampak Baptisan Kornelius

a) Aspek kontroversial dari pertobatan Kornelius ini kemudian dibicarakan dalam Konsili Yerusalem (Kisah Para Rasul 15), di mana para rasul dan gereja mula-mula memutuskan untuk tidak memberlakukan adat Yahudi untuk orang-orang non-Yahudi yang menganut agama Kristen.

b) Menurut tradisi, Kornelius kemudian menjadi uskup pertama di Kaesaria, juga kemudian menjadi uskup di Scepsis, Mysia.


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Kornelius
gambar dari google images

Baca juga:

Rabu, 15 Agustus 2012

Apolos, Saat di Korintus Jemaat Terpecah

Pertengkaran Kelompok Paulus dan Apolos
Pertengkaran Kelompok Paulus dan Apolos

1. Identitas Apolos

Apollos, bisa jadi singkatan dari Apollonius, adalah seorang Kristen dan penginjil pada abad pertama Masehi yang disebut-sebut beberapa kali dalam Perjanjian Baru Alkitab Kristen.

Pada awalnya, ajaran Apolos mirip dengan 12 orang Yahudi yang ditemui Paulus di daerah pedalaman dekat Efesus, yang hanya mengetahui mengenai Baptisan Yohanes, tanpa mengetahui tentang Roh Kudus. Kemudian setelah bertemu dengan Akwila dan Priskila, Apolos mengajarkan hal-hal yang sejalan dengan pemberitaan Paulus maupun Kefas atau Petrus di Korintus.

Apolos seorang Yahudi dari Aleksandria yang terpelajar (Kis 18:24-19:1). Dari Efesus ia datang di Korintus dan memperoleh pengikut tersendiri di kalangan jemaat kristen.

Kelompok ini berada dalam sebuah pertikaian dengan jemaat kristen "dari Paulus" (1Kor 1:12; 3:4-6,22; 4:6). Paulus kelihatan memberi kritik tegas (1Kor 3:10-15).

Menurut tradisi, Jerome mencatat bahwa ketika perpecahan sudah teratasi berkat surat Paulus, maka Apolos kembali ke Korintus dan menjadi uskup di sana. Ia pun juga dianggap menjadi uskup di Duras, atau Ikonium di Phrygia, atau di Kaisarea, tetapi bukti-buktinya tidak meyakinkan. Banyak yang menganggap dia sebagai penulis surat Ibrani.


2. Apolos ke Efesus

Apolos ke Efesus diperkirakan tahun 54, ia seorang Yahudi Apolos berasal dari Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci. Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes. Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Baptisan Roh Kudus.

3. Apolos di Korintus

Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, maka saudara-saudara di Efesus, nampaknya termasuk Priskila dan Akwila, mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka Apolos, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias. Apolos memutuskan untuk tinggal di Korintus.

Kemudian mulailah terjadi perpecahan di kalangan jemaat di Korintus, karena ada yang berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus. 

Karena itulah Paulus menulis suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus dari Efesus sekitar tahun 55. Paulus menegur jemaat agar sadar bahwa baik Paulus, Apolos maupun Kefas/Petrus hanyalah pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya mereka menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya. 

Paulus menyampaikan pesan: "Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan”. Perpecahan itu menunjukkan mereka masih bersifat duniawi. Paulus memperingatkan bahwa semua pelayanan itu sama-sama milik jemaat dan jemaat adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.

4. Apolos ke Efesus lagi


Karena perpecahan itu, Apolos menjadi kecewa dan memutuskan pergi dari Korintus dan bertemu Paulus di Efesus. Ini terlihat dari bagian akhir surat Paulus yang pertama ke jemaat di Korintus: "Tentang saudara Apolos: telah berulang-ulang aku mendesaknya untuk bersama-sama dengan saudara-saudara lain mengunjungi kamu di Korintus, tetapi ia sama sekali tidak mau datang sekarang. Kalau ada kesempatan baik nanti, ia akan datang.

5. Apolos ke pulau Kreta


Jerome menulis bahwa sementara Apolos masih tidak senang dengan perpecahan di Korintus, ia pergi ke pulau Kreta bersama Zenas, seorang ahli Taurat. Mereka membawakan surat dari Paulus kepada Titus dan Paulus meminta Titus untuk menolong sebaik-baiknya dalam perjalanan mereka, agar mereka jangan kekurangan sesuatu apa. 


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Apolos
http://alkitab.sabda.org/Apollos
gambar dari google images

Baca juga:

Minggu, 12 Agustus 2012

Barnabas, yang Meyakinkan Pertobatan Paulus


Barnabas
Barnabas

1. Identitas Barnabas

Barnabas adalah salah satu anggota jemaat mula-mula di Yerusalem. Nama aslinya adalah Yusuf. Ia dipanggil Barnabas oleh para rasul. Arti Barnabas adalah "anak penghiburan". Barnabas adalah orang Yahudi dari keturunan suku Lewi yang berasal dari Siprus. Barnabas dikenal sebagai orang jujur yang menjual ladangnya dan uang hasil penjualannya diletakkan di depan kaki rasul-rasul (Kisah Para Rasul 4:37). 


2. Barnabas Meyakinkan Pertobatan Paulus

Barnabas pertama kali berjumpa dengan Paulus ketika Paulus berkunjung ke Yerusalem dan Barnabaslah yang kemudian memperkenalkan Paulus kepada para rasul (Kisah Para Rasul 9:27). Barnabaslah yang meyakinkan pengikut Yesus, jika Paulus yang saat itu dikenal sebagai Saulus yang terkenal penganiaya pengikut Yesus, sekarang sudah menjadi bagian dari murid-murid Yesus sejak Paulus melihat Tuhan dan mengajar di Damsyik dalam nama Yesus (Kisah Para Rasul 9:27). 

3. Barnabas dan Paulus Memberitakan Injil Kepada Orang Bukan Yahudi

Bersama dengan Paulus, Barnabas diutus oleh jemaat di Antiokhia untuk memberitakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi. Kemudian Yohanes yang disebut Markus ikut bergabung bersama mereka untuk memberitakan Injil ke Siprus. 

Buah dari pekabaran Injil di Siprus adalah bertobatnya Gubernur pulau itu yakni Sergius Paulus. Bernabas terus mengikut Paulus melanjutkan perjalanan demi mengabarkan Injil ke Pisidia, Ikonium, Listra dan Derbe hingga kembali ke Antiokhia. Ketika ia berada di Listra, banyak orang menganggapnya sebagai Zeus. 


4. Penyelesaian Masalah Sunat

Di Antiokhia, Barnabas bersama Paulus menghadapi keributan yang terjadi dalam jemaat mengenai sunat. Ada yang mengatakan bahwa orang yang menjadi Kristen harus disunat. Barnabas dan Paulus menolak pendapat tersebut.
 

3. Perpisahan Barnabas dan Paulus

Barnabas terlibat dalam perselisihan dengan Paulus ketika mereka hendak melakukan perjalanan Pekabaran Injil untuk kedua kalinya. Barnabas bersikeras ingin membawa Yohanes yang disebut Markus tetapi Paulus menolak dengan alasan Markus sudah tidak setia. Akhirnya mereka berdua berpisah. Paulus pergi bersama Silas sedangkan Barnabas berangkat ke Siprus bersama Markus (Kisah Para Rasul 15:35-41). Namun demikian, Barnabas tetap berhubungan baik dengan Paulus (Galatia 2:9; 2 Timotius 4:11).


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Barnabas
gambar dari google images

Baca juga: