Tampilkan postingan dengan label Kehidupan Makhluk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan Makhluk. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Mei 2012

Ayam Peliharaan

Ayam betina dan Ayam jantan
Ayam betina dan Ayam jantan

1. Deskripsi Ayam

Ayam peliharaan dengan nama latin Gallus gallus domesticus, berasal dari domestikasi ayam hutan merah atau ayam bangkiwa dengan nama latin Gallus gallus yang hidup di India.

Namun demikian, pengujian molekular menunjukkan kemungkinan sumbangan plasma nutfah dari Gallus sonneratii, karena ayam hutan merah tidak memiliki sifat kulit warna kuning yang menjadi salah satu ciri ayam peliharaan.

Ayam menunjukkan perbedaan morfologi di antara kedua tipe kelamin. Ayam jantan atau jago lebih atraktif, berukuran lebih besar, memiliki jalu panjang, berjengger lebih besar, dan bulu ekornya panjang menjuntai. Ayam betina atau babon  relatif kecil, berukuran kecil, jalu pendek atau nyaris tidak kelihatan, berjengger kecil, dan bulu ekor pendek. 

Perkelaminan ini diatur oleh sistem hormon. Apabila terjadi gangguan pada fungsi fisiologi tubuhnya, ayam betina dapat berganti kelamin menjadi jantan karena ayam dewasa masih memiliki ovotestis yang dorman dan sewaktu-waktu dapat aktif.

Sebagai hewan peliharaan, ayam mampu mengikuti ke mana manusia membawanya. Hewan ini sangat adaptif dan dapat dikatakan bisa hidup di sembarang tempat, asalkan tersedia makanan baginya. Karena kebanyakan ayam peliharaan sudah kehilangan kemampuan terbang yang baik, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di tanah atau kadang-kadang di pohon. Ayam berukuran kecil kadang-kadang dimangsa oleh unggas pemangsa, seperti elang.


2. Perilaku  Ayam

a. Mandi debu


Ayam betina akan mencari daerah yang berdebu, seperti sampah atau tanah halus, dan membuat partikel-partikel itu masuk ke dalam bulunya dengan menaikkan bulu-bulu tersebut, berjongkok di tanah lalu melempar-lempar, menggosok-gosok dan menggetar-getarkan tubuh, sayap, dan kakinya. Perilaku ini sangat penting untuk kesejahteraan fisik dan mental ayam, dan mereka bisa menghabiskan banyak waktu untuk melakukan hal ini setiap harinya. Hal ini membantu ayam untuk menghilangkan parasit, menjaga kulit dan bulu mereka tetap dalam kondisi baik, dan menjaga suhu tubuh mereka tetap nyaman.

b. Bertengger


Ayam suka bertengger di dahan-dahan pohon pada malam hari bersama teman-teman kelompoknya. Di alam liar, perilaku ini melindungi mereka dari predator dan juga membantu untuk menjaga panas tubuh.

c. Investigasi


Ayam adalah binatang yang ingin tahu dan ingin menjelajahi lingkungan mereka dengan berbagai cara, misalnya mematuki benda-benda yang menarik dan menggaruk-garuk di tanah.

d. Bersarang


Ayam betina pertama-tama akan mengamati tempat-tempat yang berbeda untuk menemukan tempat bersarang yang cocok, sebelum membangun sarang dari bahan yang tersedia. Setelah membuat sarang, perilaku bersarang lainnya termasuk beberapa kali duduk dan berdiri, menghasilkan suara khas sebelum bertelur, dan suara 'terkekeh'.

d. Suara Ayam


Ada dua jenis suara pada ayam, yaitu suara panggilan dan berkokok atau suara nyanyian. Tipe suara panggilan digunakan dalam berkomunikasi antar sesama, sebagai isyarat adanya musuh, saat terkejut dan ketika menemukan makanan. Jenis suara berkokok merupakan tipe suara sebagai pernyataan wilayah kekuasaan dan sebagai atraksi untuk memikat unggas betina yang akan dikawini. Tipe suara panggilan terdapat pada ayam jantan dan betina, sedangkan tipe berkokok umumnya hanya terdapat pada ayam jantan.

Pada ayam jantan, suara kokok termasuk suara tipe nyanyian dan merupakan karakteristik seks sekunder. Sifat berkokok biasanya baru muncul setelah dewasa kelamin dan dipengaruhi oleh hormon testosteron. Siklus berkokok terjadi sepanjang hari,  bisa pagi, siang, sore dan malam. Suara berkokok juga dapat digunakan sebagai indikator kesejahteraan sebagai ekspresi emosional dan status fisiologi ayam. Dengan mendengarkan suara, kita dapat mengetahui apakah seekor hewan dalam keadaan sehat atau sakit atau seekor ternak dalam keadaan stress atau tidak.


3. Kaitan Kokok Ayam dengan Literatur

Cerita Alkitab mengenai Petrus yang menyangkal Yesus sebelum ayam berkokok, antara lain dapat dibaca dari Markus 14: 66 - 72, demikian kutipannya: 

66Sementara Petrus masih berada di halaman, salah seorang pelayan wanita dari imam agung datang ke sana.   67Ketika melihat Petrus menghangatkan badan di dekat api, ia memperhatikan baik-baik muka Petrus dan berkata, ''Bukankah engkau juga bersama-sama Yesus orang Nazaret itu?''   68Tetapi Petrus menyangkal. ''Saya tidak tahu dan tidak mengerti apa maksudmu,'' katanya kepada pelayan itu. Lalu Petrus pergi ke pintu gerbang rumah imam agung itu. Pada saat itu, ayam berkokok.   69Pelayan wanita itu melihat Petrus lagi, dan berkata pula kepada orang-orang di situ, ''Dia memang salah seorang dari mereka!''   70Tetapi Petrus menyangkal lagi. Tidak lama kemudian, orang-orang di situ berkata lagi kepada Petrus, ''Tidak dapat disangkal lagi engkau memang salah seorang dari mereka, sebab engkau dari Galilea!''   71Lalu Petrus mulai menyumpah-nyumpah dan berkata, ''Saya tidak mengenal orang yang kalian maksudkan itu!''   72Saat itu juga ayam berkokok untuk kedua kalinya. Dan Petrus teringat bahwa Yesus telah berkata kepadanya, ''Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau tiga kali mengingkari Aku.'' Maka Petrus pun menangis tersedu-sedu.


Sumber:
Gambar dari google images
http://id.wikipedia.org/wiki/Ayam
http://www.sac-ina.org/id/perilaku-alami-ayam
http://papaji.forumotion.com/fungsi-suara-ayam
http://alkitab.or.id/cgi-bin/alkitab.cgi

Baca juga:

Minggu, 06 Mei 2012

Tanaman Sesawi

Tanaman Sesawi Hitam (Brassica nigra)
Tanaman Sesawi Hitam (Brassica nigra)

1. Ragam Tanaman Sesawi

Tanaman Sesawi atau mustard menunjuk pada sekelompok tumbuhan yang biasa dibudidayakan sejak ribuan tahun lalu untuk dimanfaatkan bijinya sebagai penghasil minyak nabati, terutama sebagai bahan baku rempah-rempah mustar.

Beberapa jenis tumbuhan dapat disebut sesawi yaitu: 
(1) Sinapis alba (sesawi putih), 
(2) Brassica juncea (sesawi coklat), 
(3) Brassica nigra (sesawi hitam). 

Diantara ketiga jenis Tanaman Sesawi, maka Tanaman Sesawi hitam inilah yang diperkirakan tercatat pada kitab Injil.


2. Deskripsi Tanaman Sesawi Hitam

Tanaman Sesawi hitam, black mustard, atau Brassica nigra merupakan tanaman semusim yang ditanam untuk dimanfaatkan bijinya sebagai rempah-rempah. Biji sesawi hitam diolah menjadi mustar. Mustar hitam yang dihasilkannya merupakan mustar dengan "daya sengat" yang paling kuat — namun nyaris tanpa aroma — dibandingkan dengan sumber mustar lainnya. Sebagaimana sesawi lain, efek "sengatan" ini berasal dari kandungan beberapa bahan golongan glukosinolat seperti sinalbin, sinigrin, dan sinapin.

Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari daerah Laut Tengah timur laut dan sekarang tersebar hingga India. Di India bijinya digunakan sebagai salah satu komponen bumbu kari dan sumber minyak masak, walaupun semakin terdesak oleh sesawi India. 

Kandungan minyaknya mencapai 30% dan sebagian besar mengandung asam lemak tak jenuh. Di Eropa Timur dan Kanada biji yang telah dilepas cangkangnya digunakan sebagai penekan batuk dan mengatasi infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA) sebelum digunakannya obat-obatan modern. Caranya adalah dengan membuat semacam balur yang diletakkan di dada atau punggung hingga si sakit merasakan "sengatan".

Tumbuhan ini dapat tumbuh setinggi 50 hingga 250 cm dengan mahkota bunga berwarna kuning. Daunnya ditutupi dengan rambut-rambut kecil. Di alam, sesawi hitam bersifat oportunis dan dapat tumbuh di sembarang tempat sehingga sering menjadi gulma atau tanaman pengganggu. Bijinya kecil, dengan diameter kurang dari 1mm.

Semenjak tahun 1950-an sesawi hitam mulai kehilangan popularitas dan digantikan oleh sesawi coklat (sesawi India) karena tersedia kultivar sesawi coklat yang lebih mudah dipanen secara mekanis.


3. Kaitan dengan Literatus Biji Sesawi

Biji Sesawi berukuran sangat kecil dibandingkan jari tangan
Biji Sesawi berukuran sangat kecil dibandingkan jari tangan


Dalam tradisi Kristen, biji sesawi hitam inilah yang diperkirakan yang dimaksud dalam "Perumpamaan biji sesawi" yang disampaikan Jesus dalam beberapa kitab Injil.

"Perumpamaan biji sesawi" dapat dibaca dari Markus 4 : 30 – 34, demikian kutipannya: 30Kata-Nya lagi: ''Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? 31Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.   32Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.'' 33Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, 34dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

Tanaman Sesawi ukurannya lebih besar dari tanaman sayur lainnya
Tanaman Sesawi ukurannya lebih besar dari tanaman sayur lainnya

Perumpamaan Biji Sesawi menceritakan tentang seorang yang menaburkan biji sesawi di ladangnya. ”Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya” (Matius 13:32).

Perumpamaan ini memberikan perbandingan dengan memakai biji sesawi, untuk menyatakan kerajaan Allah. Biji sesawi yang paling kecil untuk mengumpamakan kerajaan Allah, ini menunjukkan bahwa walaupun permulaan Gereja amat kecil, tetapi kerana mempunyai daya hidup yang kuat, sehingga berkembang menjadi kelompok yang besar. Dari kelompok yang kecil yang terdiri daripada para rasul mulailah gereja mula-mula, hingga sekarang gereja berkembang ke seluruh dunia.


Sumber:
Gambar dari Google Images
http://id.wikipedia.org/wiki/Sesawi_hitam
http://id.wikipedia.org/wiki/Sesawi
http://id.wikipedia.org/wiki/Perumpamaan_biji_sesawi
http://alkitab.or.id/cgi-bin/alkitab.cgi

Rabu, 02 Mei 2012

Pohon Ara

Pohon Ara dengan Daun dan Buah
Pohon Ara dengan Daun dan Buah

1. Deskripsi Pohon Ara

Yang dimaksudkan sebagai "pohon ara" dalam teks ini adalah tanaman dengan nama latin Ficus caric, sejenis ara yang berasal dari wilayah Laut Tengah dan buahnya dapat dimakan.

Pohon Ara adalah sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang dapat dimakan yang berasal dari Asia Barat. Buahnya bernama sama. Nama ini diambil dari bahasa Arab, juga dikenal dengan nama "Ara", untuk buah namanya buah ara dan untuk pohon namanya pohon ara, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut fig, sebenarnya masih termasuk kerabat pohon beringin.

Bunga tanaman tidak tampak karena terlindung oleh dasar bunga yang menutup sehingga dikira buah. Penyerbukan dilakukan oleh sejenis tawon khusus, sama seperti serangga yang menyerbuki jenis-jenis Ficus lainnya. 

Yang disebut buah sebetulnya adalah dasar bunga yang membentuk bulatan. Tipe ini khas untuk semua anggota suku ara-araan atau Moraceae. Buahnya berukuran panjang 3 hingga 5 cm, berwarna hijau. Beberapa kultivar atau varian berubah warna menjadi ungu jika masak. 

Getah yang dikeluarkan pohon ini dapat mengiritasi kulit. Buah ara dapat dimakan segar, dikeringkan, atau dibuat selai. Buah yang dipetik harus segera dimanfaatkan karena tidak dapat disimpan lama atau mudah rusak. 

Habitus berupa pohon, besar dan dapat tumbuh hingga 10 m dengan batang lunak berwarna abu-abu. Daunnya cukup besar dan berlekuk dalam, dengan 3 atau 5 cuping.

2. Kaitan dengan Literatur

Di dalam Alkitab, pohon ara tertulis antara lain pada Markus 11 : 12-15, 19-21. Demikian kutipannya: 12) Keesokan harinya, ketika mereka sedang berjalan keluar dari Betania, Yesus lapar. 13) Dari jauh Ia melihat sebatang pohon ara yang daunnya lebat. Jadi Ia pergi ke pohon itu untuk melihat apakah ada buahnya. Tetapi ketika Ia sampai di pohon itu, Ia tidak menemukan apa-apa, kecuali daun-daun saja, sebab pada waktu itu belum musim buah ara. 14) Lalu Yesus berkata kepada pohon ara itu, ''Mulai sekarang tidak ada seorang pun yang akan makan buah daripadamu lagi!'' Pengikut-pengikut Yesus mendengar ucapan itu.  15) Kemudian mereka sampai di Yerusalem, dan Yesus pergi lagi ke Rumah Tuhan. 19) Menjelang malam, Yesus dan pengikut-pengikut-Nya meninggalkan kota itu. 20) Pagi-pagi keesokan harinya, waktu mereka melewati pohon ara itu, mereka melihat pohon itu sudah mati sampai ke akar-akarnya. 21) Lalu Petrus teringat akan peristiwa sehari sebelumnya. Maka Petrus berkata kepada Yesus, ''Bapak Guru, coba lihat! Pohon ara yang Bapak kutuk itu sudah mati!''

Analogi pohon ara yang disebutkan dalam Alkitab di atas diyakini merupakan teguran Yesus kepada orang Yahudi. Merekalah yang dianggap sebagai ‘pohon ara’ yang tidak berbuah itu. Dimana daunnya saja yang lebat tapi tidak menghasilkan buah. Dalam artian, mereka taat dengan pekerjaan keagamaan, tapi mandul dalam buah-buah kebenaran.


Referensi:
http://alkitab.or.id/cgi-bin/alkitab.cgi
http://id.wikipedia.org/wiki/Tin
https://www.jawaban.com/
Gambar dari Google Images

Sabtu, 21 April 2012

Burung Guillemot, kenal telurnya walaupaun bercampur

Koloni Burung Guillemot yang hidup di Pantai Berbatu
Koloni Burung Guillemot yang hidup di Pantai Berbatu

Burung Guillemot dewasa memiliki tubuh hitam dengan potongan sayap putih, paruh gelap tipis dan kaki merah. Mereka menunjukkan garis sayap putih ketika terbang. Di musim dingin, tubuh bagian atasnya berwarna abu-abu pucat dan bagian bawah berwarna putih. Sayapnya tetap hitam dengan garis putih besar di sayap bagian dalam. Habitat berlembang biak mereka adalah di pantai berbatu, tebing, dan pulau-pulau di pantai Atlantik utara di Amerika Utara bagian timur sampai selatan, dan di Eropa barat sampai selatan. Beberapa burung berkembang biak di Alaska, Mereka biasanya bertelur di lokasi berbatu dekat air.

Burung ini hidup berkelompok sampai ribuan ekor di satu wilayah yang tidak begitu luas. Karena kondisi yang berdesakan, ratusan burung betina meletakkan telor-telor mereka yang bulat lonjong berdampingan, berjajar sepanjang pinggiran tebing yang sempit. Semua bentuk telor itu sama, karena itu sangatlah mengherankan bahwa induk burung itu dapat mengenali telor-telor miliknya. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa burung betina itu sangat mengenal telornya, bahkan sekalipun dipindahkan, burung itu akan menemukannya dan mengembalikannya ke tempat semula. Burung betina itu tidak pernah kebingungan.

Mengapa  burung Guillemot mengenali telurnya? Karena telur-telur bervariasi dalam warna dan pola untuk membantu induk mengenali mereka, pola setiap telur adalah unik, tidak ada yang kembar. Warna meliputi putih, hijau, biru atau coklat dengan bintik-bintik dalam warna hitam atau ungu. Setelah bertelur, betina akan melihat telur sebelum memulai pergeseran inkubasi pertama. Kedua induk jantan dan betina mengerami telur bergantian antara 28 sampai 34 hari,  setelah itu telur menetas.

Telur dapat hilang karena predasi atau kecerobohan. Burung gagak adalah pencuri telur. Telur juga dapat jatuh dari tepian selama perkelahian. Jika telur pertama hilang, betina dapat meletakkan telur kedua. Telur ini biasanya lebih ringan daripada yang pertama, dengan kuning telur lebih ringan. Anak burung dari telur kedua tumbuh lebih cepat daripada telur pertama. Namun pertumbuhan yang cepat mendatangkan resiko cepat lapar, anak burung pertama memiliki cadangan lemak yang lebih besar dan dapat menahan kelaparan sementara kekurangan makanan.

Alkitab memberitahu kita bahwa Bapa surgawi betul-betul memahami setiap anak-anak-Nya. Dia tahu setiap pikiran dan emosi, dan memaklumi setiap jalan mereka (Mazmur 139:3). Dari pagi hingga malam Dia memberi perhatian khusus terhadap setiap keadaan anak-anak-Nya. Karena sangat terpesona dengan kenyataan yang agung ini, pemazmur berseru, "terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya" (Mazmur 139:6).

Kesadaran bahwa Allah tahu tentang kita tidak hanya mendorong kita untuk memuji dan menyembah Dia, tetapi juga memberi penghiburan yang meluap dalam hati. Bukankah sangat luar biasa bila kita sangat dicintai dan sangat dikenal oleh Tuhan!

Bersama Tuhan, tidak seorangpun akan terhilang dalam pengamatan-Nya. Firman Tuhan dari 2 Timotius 2:19, “Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan." 


Sumber:
http://renungan-harian-kita.blogspot.com/  
Gambar dari Google Images


Sabtu, 14 April 2012

Tanaman Anggur

Pohon anggur dengan cabang-cabang dan buah yang lebat
Pohon anggur dengan cabang-cabang dan buah yang lebat


Anggur merupakan tanaman buah berupa perdu merambat yang termasuk ke dalam keluarga Vitaceae. Buah ini biasanya digunakan untuk membuat jus anggur, jelly, minuman anggur, minyak biji anggur dan kismis, atau dimakan langsung. 

Buah ini juga dikenal karena mengandung banyak senyawa polifenol dan resveratol yang berperan aktif dalam berbagai metabolisme tubuh, serta mampu mencegah terbentuknya sel kanker dan berbagai penyakit lainnya. Aktivitas ini juga terkait dengan adanya senyawa metabolit sekunder di dalam buah anggur yang berperan sebagai senyawa antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas.

Tanaman ini sudah dibudidayakan sejak 4000 SM di Timur Tengah. Akan tetapi, proses pengolahan buah anggur menjadi minuman anggur baru ditemukan pada tahun 2500 SM oleh bangsa Mesir. 

Hanya beberapa waktu berselang, proses pengolahan ini segera tersebar luas ke berbagai penjuru dunia, mulai dari daerah di Laut Hitam, Spanyol, Jerman, Perancis, dan Austria. Penyebaran buah ini berkembang samakin pesat dengan adanya perjalanan Colombus yang membawa buah ini mengitari dunia.

Anggur merupakan salah satu tanaman yang hidup pada daerah dataran rendah. Tidak seperti kebanyakan tanaman lainnya, tanaman anggur justru membutuhkan musim kemarau panjang berkisar 4-7 bulan agar dapat tumbuh dengan baik dan intensitas cahaya matahari yang cukup tinggi. Hanya beberapa jenis tanah yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman anggur dengan baik. Secara umum, tanah tersebut harus mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang cukup agar tanaman tidak mengalami transpirasi berlebihan.

Anggur memiliki banyak manfaat kesehatan karena mengandung berbagai jenis senyawa metabolit sekunder, terutama golongan flavonoid dan antosianin, serta resveratol.

Penelitian lain mengungkapkan bahwa senyawa aktif di dalam anggur mampu meningkatkan kerja sel endotelial yang berperan dalam memperlancar aliran darah dalam arteri terkait dengan aktivitasnya terhadap sel-sel otot halus. Melalui mekanisme ini, risiko terkena serangan jantung dapat berkurang. Selain itu, anggur juga mengandung banyak senyawa antioksidan yang daya kerjanya lebih kuat daripada vitamin C dan vitamin E. Di dalam tubuh, senyawa flavonoid anggur dapat meningkatkan produksi lemak baik (HDL) sekaligus menurunkan trigliserida yang beredar di dalam darah.

Menurut Alkitab, Pohon Anggur dengan cabangnya, menggambarkan hubungan khusus antara Yesus dengan pengikutNya, hal ini  bisa dipelajari dari dari Yohanes 15: 1 - 8, demikian kutipannya: (1) Kata Yesus lagi, "Aku pohon anggur yang sejati, dan Bapa-Ku adalah tukang kebunnya. (2) Setiap cabang pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya, dan setiap cabang yang berbuah, dikurangi daunnya dan dibersihkan-Nya supaya lebih banyak lagi buahnya. (3) Kalian sudah bersih karena ajaran yang Kuberikan kepadamu. (4) Tetaplah bersatu dengan Aku dan Aku pun akan tetap bersatu dengan kalian. Cabang sendiri tak dapat berbuah, kecuali kalau ia tetap pada pohonnya. Demikian juga kalian hanya dapat berbuah, kalau tetap bersatu dengan Aku. (5) Akulah pohon anggur, dan kalian cabang-cabangnya. Orang yang tetap bersatu dengan Aku dan Aku dengan dia, akan berbuah banyak; sebab tanpa Aku, kalian tak dapat berbuat apa-apa. (6) Orang yang tidak tetap bersatu dengan Aku, akan dibuang seperti cabang, lalu menjadi kering. Cabang-cabang yang seperti itu akan dikumpulkan dan dibuang ke dalam api, lalu dibakar. (7) Apabila kalian tetap bersatu dengan Aku dan ajaran-Ku tinggal dalam hatimu, mintalah kepada Bapa apa saja yang kalian mau; permintaanmu itu akan dipenuhi. (8) Kalau kalian berbuah banyak, Bapa-Ku diagungkan; dan dengan demikian kalian betul-betul menjadi pengikut-Ku.


Sumber:
Alkitab Elektronik 2.00 – Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia
Gambar dari Google Images
http://id.wikipedia.org/wiki/Anggur